<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DBRAINology</title>
	<atom:link href="http://dbrainology.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dbrainology.wordpress.com</link>
	<description>Selfrespect, Love and Learn for Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Nov 2010 07:47:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dbrainology.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DBRAINology</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dbrainology.wordpress.com/osd.xml" title="DBRAINology" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dbrainology.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>mengetuk pintu Tuhan</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/11/19/mengetuk-pintu-tuhan/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/11/19/mengetuk-pintu-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 07:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan Ku ketuk pintu harap-Mu Disaat ku tak berpegangan Disaat ku rapuh dan runtuh &#160; &#160; Tuhan Jiwa nelangsa ini haus akan kasih-Mu Disaat tawa tak dapat tertoreh di wajah Disaat semua tak indah &#160; &#160; Tuhan Ku tau Engkau kan punya jalan Ku yakin Engkau beri kan pengharapan Ku tunggu saat itu Saat tangisku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=114&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan</p>
<p>Ku ketuk pintu harap-Mu</p>
<p>Disaat ku tak berpegangan</p>
<p>Disaat ku rapuh dan runtuh</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tuhan</p>
<p>Jiwa nelangsa ini haus akan kasih-Mu</p>
<p>Disaat tawa tak dapat tertoreh di wajah</p>
<p>Disaat semua tak indah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tuhan</p>
<p>Ku tau Engkau kan punya jalan</p>
<p>Ku yakin Engkau beri kan pengharapan</p>
<p>Ku tunggu saat itu</p>
<p>Saat tangisku berganti senyum</p>
<p>Saat musibah berganti hikmah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ku tunggu</p>
<p>Ku tunggu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>- ica dbrain, 191110-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Note:</p>
<p>Maafkan saya yang telah mengabaikan blog ini sekian lama, bukan karena sengaja tapi karna kesibukan kecil yang melenakan. Hari ini saya ingin sekali berpuisi. Bagi saya puisi itu pengganti kalimat yang tak mungkin saya ungkapkan secara gamblang. Dengan puisi saya bisa berimajinasi, mengungkapkan kata tanpa harus bicara. Saya dedikasikan puisi sederhana saya ini untuk pengharapan terdalam saya. Saya tahu kalau kamu pasti tahu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=114&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/11/19/mengetuk-pintu-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tentang KEHILANGAN</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/10/05/tentang-kehilangan/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/10/05/tentang-kehilangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 16:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Minggu terakhir ini saya banyak mendapat berita duka. Berita kehilangan cinta dan tentang perasaan khususnya dari sahabat-sahabat saya. Susah-susah gampang kalau sudah menyangkut masalah perasaan. Bahkan seorang Albert Einstein pun &#8220;angkat tengan&#8221; tentang ini. &#8220;Beri saya masalah apapun, kecuali cinta&#8221; ucap penemu E=Mc2 tersebut. Masalah cinta adalah masalah perasaan, tentang yang tak tampak dan bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=107&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-110" href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/10/05/tentang-kehilangan/dbrainology1-7/"><img class="size-medium wp-image-110 alignleft" title="dbrainology1" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/10/dbrainology1.jpg?w=300&#038;h=243" alt="" width="300" height="243" /></a>Minggu terakhir ini saya banyak mendapat berita duka. Berita kehilangan cinta dan tentang perasaan khususnya dari sahabat-sahabat saya.</p>
<p>Susah-susah gampang kalau sudah menyangkut masalah perasaan. Bahkan seorang Albert Einstein pun &#8220;angkat tengan&#8221; tentang ini. &#8220;Beri saya masalah apapun, kecuali cinta&#8221; ucap penemu E=Mc2 tersebut.</p>
<p>Masalah cinta adalah masalah perasaan, tentang yang tak tampak dan bahkan sulit untuk digambarkan, hanya bisa dirasakan. Dan hanya segelintir orang yang bisa dengan &#8220;mulus&#8221; mengalami perasaan tersebut, selebihnya hanya akan meninggalkan duka dan lara.</p>
<p><span id="more-107"></span></p>
<p>Ketika kita memulai cinta, kita mulai dengan tawa tapi acapkali berakhir dengan sebuah tangisan. Menyedihkan namun proses kehilangan tersebut mau tak mau harus dialami orang yang tengah mencinta, kita mengatakannya sebagai sebuah konsekuensi. Masalahnya banyak dari kita yang tak sanggup menerima resiko tersebut. Kalau dianalogikan dalam sebuah bentuk kontrak, resiko &#8220;patah hati&#8221; adalah &#8220;term of rule&#8221;, sebuah peraturan yang kadang tidak kita perhatikan tetapi sangat penting dalam sebuah kontrak. Acapkali kita menyetujui adanya resiko tersebut tetapi tidak memahami. Sehingga ketika &#8220;patah hati&#8221; tersebut datang yang ada hanyalah sebuah penyesalan dan proses salah-menyalahkan.</p>
<p>Banyak hikmah yang saya ambil dari semua kegagalan yang dialami oleh sahabat-sahabat saya. Personally saya mengartikan hikmah tersebut sebagai sebuah refleksi-diri agar saya dan orang sekitar dapat belajar dari hal tersebut, syukur-syukur bisa tidak mengulangi hal yang sama kedepannya.</p>
<p>Hal pertama adalah Quantity VS Quality: banyak dari sahabat-sahabat saya yang menjalani hubungan dalam waktu yang cukup lama (dalam hal ini saya sebut sebagai faktor &#8220;Quantity&#8221;) tetapi hubungan tersebut jarang yang memiliki &#8220;Quality&#8221; (sekali lagi apa yang saya uraikan ini adalah murni my personal interpretation). Quality atau kualitas dalam hal ini adalah tujuan hubungan. Sering terlena akan kalimat &#8220;kita jalani saja&#8221; sehingga sering out-of-focus, hubungan menjadi &#8220;menggantung&#8221; dan tidak jelas. Sehingga ujung-ujungnya hubungan semakin lama semakin hambar dan akhirnya bubar.</p>
<p>Hal kedua adalah bahwa Jodoh adalah tentang durasi: saya percaya bahwa jodoh manusia lebih kepada tentang sebuah durasi. Ada yang berdurasi panjang, ada juga yang pendek. Jodoh manusia itu banyak cabang. Ketika durasi kita habis dengan yang satu, maka akan selalu ada jodoh yang lain.  Saya salut dengan orang-orang yang bisa survive kembali ketika cintanya kandas dan tetap optimis untuk menemukan cinta yang baru. Ini bukan berarti cepat melupakan tapi life must go on. Hidup terlalu indah untuk kita tangisi dan hidup terlalu manis untuk menjadi pesimis.</p>
<p>Menangis lah sejadi-jadinya tapi pastikan untuk tidak menangisi hal yang sama esok hari: kehilangan adalah hal yang menyakitkan. Sedih? Wajar. Mau menangis? Silahkan. Tapi pastikan tangisan tersebut hanya akan ada untuk hari ini, bukan untuk waktu yang lama dan mengakumulasi menjadi sebuah penderitaan yang panjang. Kesedihan tanpa akhir tersebut hanya akan menyiksa diri dan orang-orang yang kamu sayangi. Perlu untuk diingat bahwa tangisan hari ini adalah sebuah senyuman di esok hari. Yakinlah bahwa akan selalu ada hikmah. Kita hanya akan tahu rasanya manis ketika kita mengalami rasa pahit.</p>
<p>Tak ada yang abadi: kenapa kita begitu berduka ketika jalan cinta tidak berjalan dengan mulus hingga kejenjang yang dituju? Sedangkan sebenarnya kita sebagai manusia tahu bahwa semua di dunia ini tidak ada satu pun yang kita miliki. Bahkan Tuhan pun hanya &#8220;menitipkan&#8221; seorang anak kepada orangtua, Tuhan tidak pernah &#8220;memberikan&#8221;. Bahkan secara ekstrem, kita sendiri hanya lah milik Tuhan. Begitu juga pasangan. Jangan pernah merasa akan memiliki seutuhnya. Jika sudah waktunya &#8220;pergi&#8221; maka relakan lah. Yakinlah bahwa akan selalu ada yang terbaik disiapkan untuk kita. Dan sekali lagi itu hanyalah titipan, bukan kepemilikan secara utuh.</p>
<p>Jangan pernah berkata bahwa kamu mengetahui dia seutuhnya. Pengalaman yang sangat mengena pada saya adalah mengetahui kenyataan bahwa waktu yang dihabiskan bersama bukanlah patokan. Sedikit mereview hubungan seorang sahabat yang sudah 7 tahun bersama tetapi harus pisah ditengah jalan memberikan pelajaran berarti bagi saya, bahwa kadang orang yang kita anggap sudah sangat tahu tidak lah pernah kita tahu. Manusia berubah tiap detik, sadar atau tidak disadari. Dan siap tidak siap kita harus siap menerima itu semua, terlebih ketika semua solusi tidak dapat memberikan arti.</p>
<p>Time will always kills the pain. Waktu adalah jawaban. Ketika cinta mengatakan selamat tinggal, maka hanya waktu yang akan mengobatinya. Waktu yang akan memulihkannya. Kita tidak pernah benar-benar melupakan seseorang, yang hanya kita lakukan adalah berdamai dengan hati dan berusaha untuk hidup tanpa seseorang tersebut. Sekali lagi hanya waktu yang akan memberikan penyadaran dan self-healing.</p>
<p>Dukungan keluarga dan sahabat. Last but not least semua dari kita akan selalu membutuhkan orang lain, keluarga dan sahabat. Untuk berbagi rasa dan mengurangi beban yang pastinya menyesakkan dada. Menumpahkan rasa pada orang yang kita percaya juga obat mujarab dalam meredam rasa kehilangan.</p>
<p>Sahabat-sahabat ku yang tengah gundah dan bersedih, yakinlah bahwa kesedihan yang kini tengah tertoreh didalam hati akan selalu ada penawarnya, yang dibutuhkan hanyalah membuka hati dan mau bangkit lagi. Ketika jatuh, jangan terpuruk terlalu lama tapi bangkitkan kekuatan diri untuk bangkit, berdiri dan bahkan berlari.</p>
<p>Catatan ini sepenuhnya saya dedikasikan untuk sahabat-sahabat saya yang tengah berduka dan sebagai &#8220;pengingat&#8221; bagi siapa saja baik yang kini tengah jatuh cinta ataupun yang tengah bingung dengan kisah cintanya. Bukan untuk menggurui tetapi hanya ingin berbagi dan saling mengingatkan.</p>
<p>You may FALL in love but don&#8217;t be FOOL in love, keep on selfrespect <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>XoXo</p>
<p>Ica DBrain for DBRAINology</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=107&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/10/05/tentang-kehilangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/10/dbrainology1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Magister FISIP UR on fire :(</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/magister-fisip-ur-on-fire/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/magister-fisip-ur-on-fire/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 06:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Berita menyedihkan, Tadi pagi cuaca Pekanbaru dingin sekali, hujan gerimis menyapu Kota Berkuah eh Bertuah ini. Saya terbangun oleh ketukan pintu kamar dari mama yang sekonyong-konyong mengatakan &#8220;UNRI gobah terbakar !!!&#8221; Tanpa ba-bi-bu saya pun sekonyong-konyong terbangun dan segera melihat layar Metro TV, running text dibawah layar memang menuliskan &#8220;Universitas Riau ludes terbakar dini hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=98&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berita menyedihkan,</p>
<p>Tadi pagi cuaca Pekanbaru dingin sekali, hujan gerimis menyapu Kota Berkuah eh Bertuah ini. Saya terbangun oleh ketukan pintu kamar dari mama yang sekonyong-konyong mengatakan &#8220;UNRI gobah terbakar !!!&#8221;</p>
<p>Tanpa ba-bi-bu saya pun sekonyong-konyong terbangun dan segera melihat layar Metro TV, running text dibawah layar memang menuliskan &#8220;Universitas Riau ludes terbakar dini hari tadi jam 02.30 WIB&#8221;. Seketika itu juga saya mengambil BlackBerry dan menggoogling berita tersebut, kompas online menyatakan bahwa Kampus Magister Managemen Univeristas Riau di Jl. Pattimura ludes terbakar.</p>
<p>Tapi yang anehnya, berita selanjutnya mengatakan bahwa Kantor Pasca Ilmu Politik ikut terbakar. Letak anehnya karna gedung MM dan Pasca FISIP letaknya cukup jauh. MM didepan sedangkan Pasca FISIP dibelakang. Masih tidak puas, saya pun mencari tahu berita di riauterkini.com, sama saja, beritanya membingungkan.</p>
<p>Saya pun memutuskan untuk langsung ke TKP karna lokasi tidak jauh dari rumah. Dan berita yang beredar salah, yang terbakar adalah GEDUNG MAGISTER (PASCA) FISIP UNIVERSITAS RIAU di JL. Pattimura. SEMUANYA TERBAKAR DAN MENYISAKAN PUING-PUING. MIRIS. Musibah ini terjadi dini hari jam 02.30 WIB Tanggal 27 September, cuaca Pekanbaru pada saat itu tengah diguyur hujan deras dan petir yang dahsyat, ruang yang pertama kali disinyalir terjadinya kebakaran adalah ruang ekstensi (dibagian timur gedung) yang kemudian merembet dengan cepat ke ruang-ruang yang lain, tidak ada korban jiwa tetapi semua data dan file habis terbakar.</p>
<p>Kondisi setelah kebakaran :</p>
<p><a rel="attachment wp-att-99" href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/magister-fisip-ur-on-fire/fisip-on-fire1/"><img class="size-medium wp-image-99 alignleft" title="Pasca FISIP UR terbakar" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/09/fisip-on-fire1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Dulu tempat ini menjadi tempat saya menggali ilmu di magister ilmu politik, banyak kenangan indah disana, namun sekarang yang saya lihat hanya puing-puing gosong <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semua data alumni dan mahasiwa/i ludes terbakar, saya masih tetap berharap semoga saja staf administrasi masih menyimpan back-up file nya, kalau tidak ya sangat disayangkan. Semoga dengan musibah ini akan ada hikmah dan pembelajaran untuk kita semua terutama instansi agar selalu menyimpan file dan memback-up file sebanyak-banyaknya karna kita tidak bisa menolak yang namanya musibah, hanya bisa mencegah.</p>
<p>(dibawah ini dulunya ruang-ruang perkuliahan magister Ilmu Politik)</p>
<p><a rel="attachment wp-att-100" href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/magister-fisip-ur-on-fire/fisip-on-fire2/"><img class="size-medium wp-image-100 alignleft" title="kampus Pasca FISIP UR terbakar" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/09/fisip-on-fire2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=98&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/magister-fisip-ur-on-fire/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/09/fisip-on-fire1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pasca FISIP UR terbakar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/09/fisip-on-fire2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kampus Pasca FISIP UR terbakar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indria Samego: humble and down to earth</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/indria-samego-humble-and-down-to-earth/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/indria-samego-humble-and-down-to-earth/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 05:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Indria Samego, beliau lahir di Cirebon 13 Juni 1950, peneliti pada Puslitbang Politik dan Kewilayahan (PPW) LIPI, sejak 1976 sampai sekarang. Saya mengenal sosok bersaharja ini di kampus Pascasarjana Universitas Riau jurusan Ilmu Politik pada tahun 2007, beliau merupakan dosen dikampus saya tersebut. Beliau memberikan 1 mata kuliah pada saat itu. Singkat memang tetapi memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=92&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-93" href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/indria-samego-humble-and-down-to-earth/indria-samego/"><img class="size-full wp-image-93 alignleft" title="Indria-Samego DBRAINology" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/09/indria-samego.jpg?w=535" alt=""   /></a>Indria Samego, beliau lahir di Cirebon 13 Juni 1950, peneliti pada Puslitbang Politik dan Kewilayahan (PPW) LIPI, sejak 1976 sampai sekarang. Saya mengenal sosok bersaharja ini di kampus Pascasarjana Universitas Riau jurusan Ilmu Politik pada tahun 2007, beliau merupakan dosen dikampus saya tersebut. Beliau memberikan 1 mata kuliah pada saat itu. Singkat memang tetapi memberikan kesan yang mendalam pada saya. Bukan hanya karna pemikiran beliau yang very outstanding tetapi juga kepribadiannya yang humble and very down to earth. Sosok sekelas beliau namun tetap bersaharja dan hangat dengan siapapun. Saya masih ingat ketika ditahun 2008 ketika saya berada di Jakarta, saya menghubungi beliau via sms dan beliau sangat welcome, hanya saja sayang disaat itu saya berada disana hanya sebentar sehingga rencana untuk singgah ke kantor beliau tidak terealisasi.</p>
<p>Tidak hanya dikelas, diluar kelas pun beliau tetap bersedia memberikan kuliah bahkan hanya untuk sekedar berbincang ringan. Sungguh sosok yang patut dijadikan contoh terutama untuk para dosen-dosen lokal. Kenapa saya katakan begini karna tidak dapat dinafi&#8217;kan masih banyak dosen-dosen lokal yang bertingkah sombong. Beberapa hari yang lalu, saya berbincang dengan beberapa junior dikampus, kami terlibat pembicaraan yang seru tentang sikap dan sifat para dosen. Ada dosen yang masih membanggakan almamater S2 nya di salah satu universitas ternama di negri ini, ada juga dosen yang masih pelit dengan ilmu, ada dosen yang tidak perduli dengan mahasiswa, bahkan ada dosen yang masih sibuk dengan proyek diluar kampus dan meninggalkan kewajibannya sebagai dosen.  Padahal sosok dosen seharusnya bisa komunikatif dan dekat dengan mahasiswa. Image memang harus tetap dijaga tetapi dengan bersifat arogan tentunya malah akan memberikan bad image untuk dosen tersebut. Dekat dengan mahasiswa bukan berarti wibawa dosen itu akan jatuh dimata mahasiswanya malah sebaliknya, akan memberikan kesan yang baik. Seperti kesan yang saya dapatkan dari bapak Indria Samego ini.</p>
<p>Well, ada satu dari sekian banyak tulisan bapak Indria Samego yang saya suka, salah satunya adalah tulisan beliau tentang: Negara sebagai Arena. Tulisan ini disampaikan pada Diskusi bulanan CIDES (Center for Information and Development Studies), pada Selasa 20 September 2005, mengambil tema “Ekonomi Tumbuh Tetapi Rentan”, dimana menghadirkan tiga orang pembicara yaitu M. Fadhil Hasan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Umar Juoro Ketua Dewan Direktur CIDES, serta bapak Indria Samego. Berikut isi dari tulisan beliau dan semoga bermanfaat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-92"></span></p>
<p>********************************************************</p>
<p>NEGARA SEBAGAI ARENA</p>
<p>Konsolidasi demokrasi itu ternyata lebih mudah diucapkan ketimbang dipraktekkan. Khususnya untuk Indonesia, bayangan tentang sebuah masa pasca transisi yang menjadikan Indonesia –baik negara maupun rakyatnya– semakin kuat, bukannya kian konkrit melainkan makin kabur. Kendati lembaga dan prosedur demokrasi sudah banyak diciptakan, kekhawatiran tentang akan adanya pembalikan (reversed) atas kecenderungan politik yang terjadi akhir-akhir ini, bukannya tanpa alasan.</p>
<p>Pertama, rakyat memang sudah mendapatkan hak politiknya yang paling mendasar, yakni menentukan siapa yang paling tepat untuk menjadi pemimpin mereka. Dimulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden yang berlangsung tahun lalu, dan akan segera menyusul pemilihan kepala daerah. Ini membuktikan bahwa komitmen untuk mengembalikan kedaulatan kepada rakyat sudah bukan mimpi lagi. Akan tetapi, apa makna dari suara rakyat bagi efektivitas sebuah pemerintahan, nampaknya masih perlu dibuktikan lebih lanjut. Pada tingkat nasional, barangkali kita secara relatif sudah menyaksikan manfaat dari pemilihan presiden langsung tersebut.</p>
<p>Dengan semakin lemahnya gugatan publik terhadap kepemimpinan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla, dapat ditafsirkan bahwa keduanya telah berupaya mentransformasikan mandat rakyat ke dalam kebijakan pemerintah sehari-hari. Walau pun masih pada tataran simbolisme politik, sejauh ini, pemimpin baru Indonesia tersebut, sudah berupaya untuk mendekatkan diri dengan rakyat yang dipimpinnya.</p>
<p>Masalahnya akan lain buat kepala daerah mendatang. Muncul kekhawatiran di sana-sini bahwa yang terpilih kemudian adalah mereka yang sekedar popular dan punya uang. Karena mahalnya pemilihan kepala daerah, maka hanya mereka yang kayalah yang akan terpilih. Konsekuensi selanjutnya, akan lebih banyak berpikir bagaimana mengembalikan modal ketimbang menjalankan fungsi pemerintahan ketika kemenangan itu sudah diraihnya.</p>
<p>Kedua, partai politikpun telah mendapatkan kebebasannya untuk lahir, berkembang serta mencari pendukung. Kehadiran sejumlah partai politik yang mewamai lembaga perwakilan rakyat telah menjadikan sistem multi partai sebagai sebuah keniscayaan terjadinya konsolidasi demokrasi. Yang menjadi masalah, apakah sistem kepartaian kita sudah dapat dijadikan modal bagi upaya-upaya konsolidasi demokrasi selanjutnya.</p>
<p>Mengingat miskin programnya partai, dan kelemahan finansial para fungsionarisnya, dikhawatirkan partai politik dibentuk hanya sekedar untuk batu loncatan para pendirinya (vertical mobility), bukan sebagai alat perjuangan. Kita sering mendengar betapa mahalnya sebuah kongres atau muktamar digelar, tapi hasil konkritnya, selain rekrutmen politik, tidak ada. Ada kecurigaan, kegiatan partai politik hanya terfokus di sana, dan dana dengan sekuat tenaga dicari untuk itu.</p>
<p>Setelah hajat selesai, masing-masing kembali memikirkan kepentingan pribadi, termasuk mengembalikan dana yang telah disumbangkan untuk kegiatan partai di atas. Ini tentu sebuah agenda yang sangat elitis, dan jauh dari kepentingan masyarakat pendukung partai.  Ketiga, belakangan muncul berbagai lembaga yang dianggap mewakili kepentingan civil society. Mulai dari Komisi Hukum Nasional, Komisi Ombudsmen, Komisi Hak Azasi Manusia, Komisi Pemilihan Umum sampai ke Komisi Yudisial, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, serta Komisi Kepolisian Nasional yang sedang diproses. Yang menjadi pertanyaan adalah, siapa yang akan menghidupi semua komisi tersebut? Jawabannya pasti adalah negara. Nah, ini ironinya, organisasi yang mestinya mengambil jarak dari negara, ternyata mengandalkan sumber dananya dari negara. Dimana kita bisa berharap banyak terhadap independensi mereka?</p>
<p>Ketiga renungan di atas menggaris-bawahi pikiran kita, bahwa pada akhimya kita kembali mengharapkan dukungan negara dalam merealisasikan keinginan publik, termasuk mewujudkan apa yang disebut sebagai konsolidasi demokrasi. Barangkali karena itulah maka Menteri Dalam Negeri pun menganggap Pilkada bukan sebagai pemilihan umum ansich, melainkan bagian dari proses pembinaan bangsa.</p>
<p>Dalam konteks ini, negara memang sangat berkepentingan untuk memperjuangkannya. Selain menyediakan dana yang diperlukan, secara politis juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kehidupan politik yang kondusif terhadap penyelenggaraan pemerintahan.  Perdebatan mengenai boleh tidaknya anggota TNI menjadi calon dalam Pilkada, merupakan salah satu contoh konkrit dari kepedulian pemegang kekuasaan sekarang. Karena khawatir akan munculnya pemimpin daerah yang asal menang dalam pemilihan, maka persyaratan untuk mencalonkan diri pun dikendorkan.  Kecurigaan birkorasi terhadap kekuatan non-birokrasi dalam penyelenggaraan negara kian mencuat, manakala kita mendengar kasus suap Mulyana terhadap personil BPK, dan pembagian dana taktis di kalangan anggota KPU belakangan ini. Semula diharapkan bahwa lembaga yang didukung oleh para tokoh yang non-partisan ini mampu menciptakan citra positif mengenai adanya kekuatan relatif (relative autonomy) di kalangan mereka dalam menghadapi berbagai tekanan dan pengaruh kepentingan.  Ternyata, pertahanan diri mereka jebol juga menghadapi pengaruh uang. Meski secara hukum mesti dibuktikan terlebih dahulu, tapi opini publik sudah diarahkan pada praktek-praktek primitif dalam distribusi rejeki di sana. Lantas apa bedanya mereka dengan birokrat dan politisi korup, yang sering dijadikan sasaran kritikan para akademisi.  Hal yang sama juga muncul di kalangan TNI terhadap kekuatan sipil yang seolah-olah ingin menggantikan posisi tentara dalam politik. Bahwa tentara tidak lagi boleh berpolitik praktis dan memiliki wakilnya di DPR, ini sudah terbukti. Namun seberapa jauh TNI yakin bahwa pihak sipil akan membawa republik ini ke jalan yang benar, dan melindungi semua kepentingan, termasuk TNI di dalamnya, masih menjadi tanda tanya mereka.</p>
<p>Perdebatan mengenai masa depan bisnis TNI, misalnya, salah satunya disebabkan oleh kecurigaan tersebut. Selain karena tidak mudah untuk mendefinisikan secara operasional, serta memilah-milah kriterianya, yang terlebih penting adalah seberapa jauh pihak sipil dapat memberi jaminan bahwa pengalihan tersebut akan berdampak positif baik bagi bangsa maupun TNI. Mengingat begitu buruknya wajah sebagian besar BUMN kita, masuk akal pula bila sampai sekarang persoalan ini belum disentuh secara memuaskan.</p>
<p>Sebenarnya, kunci menuju konsolidasi demokrasi akan lebih mudah dilakukan bila apa yang disebut sebagai civil society sudah benar-benar tumbuh di sini. Mereka sungguh mandiri dan mengambil jarak dari negara di dalam menjalankan perannya. Tidak seperti sekarang, negara dijadikan arena atau bahkan terjad personalisasi negara di dalamnya. Akibatnya, terjadilah bancakan di antara semua aktor politik yang ingin mewamai perubahan negara.  Semuanya menyatakan diri paling berhak. Semuanya tergantung pada negara. Dengan kata lain, selama pembagian kerja dan diferensiasi struktur masih terbatas dan sangat timpang ke negara, rasanya agak sulit buat kita untuk menghela perahu transisi ini. Jangan-jangan, jika salah kayuh, bukan konsolidasi demokrasi yang muncul melainkan kebalikannya, yakni anarki dari masa ke masa.</p>
<p>*************************************************************************</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=92&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/27/indria-samego-humble-and-down-to-earth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/09/indria-samego.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Indria-Samego DBRAINology</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Happy Ied Mubarak 1431 H</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/09/happy-ied-mubarak-1431-h/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/09/happy-ied-mubarak-1431-h/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 09:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wr wb&#8230; Salam Selfrespect, Alhamdulillah tak terasa besok (Jumat) 10 September 2010 seluruh umat Islam di dunia merayakan hari kemenangan, hari raya Idul Fitri 1431 H. Dimana-mana euforia kebahagian tersebar, meski pun ribet, macet dan berdesak-desakkan tetapi tidak menyulutkan semangat orang-orang untuk mudik balik ke kampung halaman, well meskipun saya dari lahir sampai ehem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=87&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb&#8230;</p>
<p>Salam Selfrespect, Alhamdulillah tak terasa besok (Jumat) 10 September 2010 seluruh umat Islam di dunia merayakan hari kemenangan, hari raya Idul Fitri 1431 H.</p>
<p>Dimana-mana euforia kebahagian tersebar, meski pun ribet, macet dan berdesak-desakkan tetapi tidak menyulutkan semangat orang-orang untuk mudik balik ke kampung halaman, well meskipun saya dari lahir sampai ehem dewasa seperti sekarang tidak pernah merasakan yang namanya mudik namun melihat antusiasme masyarakat, orang-orang yang saya kenal semangat untuk mudik memberikan saya satu pemahaman bahwa sejauh apapun engkau berjalan, hati dan pikiran akan selalu merindukan kebahagian untuk berkumpul dengan orang terkasih. Mengharukan.</p>
<p>Tak hanya mudik tetapi tiap lebaran juga tidak lengkap rasanya jika tidak ada bermacam kuliner nikmat yang memanjakan lidah, biasanya untuk yang satu ini urusannya para kaum hawa. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Begitu juga tradisi yang ada didalam keluarga saya, tidak hanya saya dan mama yang turun ke dapur tetapi juga papa dan abang saya. Rame dan seru.</p>
<p>Hmmm&#8230;bulan Ramadhan selalu membawa keberkahan dan kenikmatan tersendiri. Bagaimana dengan kamu? Saya yakin tiap Ramadhan dan lebaran selalu memberi arti dengan caranya masing-masing.</p>
<blockquote><p><strong>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H, MARI SALING MEMAAFKAN LAHIR DAN BATIN karna p</strong><strong>emberian maaf memutuskan lingkaran sebab-akibat karna orang yang &#8216;memaafkan&#8217; mu karna cinta, mengambil alih beban konsekuensi dari apa yang telah kamu lakukan</strong></p></blockquote>
<p><span style="font-size:medium;">Selamat Lebaran dear friends, semoga tidak semakin lebar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p>XoXo</p>
<p>Hizra Marisa, S.IP, M.Si ( Ica Dbrain ) for DBRAINology</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=87&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/09/09/happy-ied-mubarak-1431-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejaring Sosial atau Jejaring Sok-Sial?</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/31/jejaring-sosial-atau-jejaring-sok-sial/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/31/jejaring-sosial-atau-jejaring-sok-sial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 14:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu yang lalu saya &#8220;main&#8221; ke Fisipol UR (University of Riau), kampus saya tercinta. Ada beberapa hal yang harus saya lakukan disana salah satunya bertemu dengan seorang dosen untuk sebuah keperluan. Suasana sangat ramai karna ketika saya disana, tengah dilaksanakannya hari  terakhir ujian semester. Ketika hendak melangkah menuju kantor dekanat saya dikagetkan dengan suara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=67&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-71" href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/31/jejaring-sosial-atau-jejaring-sok-sial/privacy/"><img class="size-medium wp-image-71 alignleft" title="Privacy" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/privacy.jpg?w=300&#038;h=192" alt="" width="300" height="192" /></a>Beberapa minggu yang lalu saya &#8220;main&#8221; ke Fisipol UR (University of Riau), kampus saya tercinta. Ada beberapa hal yang harus saya lakukan disana salah satunya bertemu dengan seorang dosen untuk sebuah keperluan. Suasana sangat ramai karna ketika saya disana, tengah dilaksanakannya hari  terakhir ujian semester.</p>
<p>Ketika hendak melangkah menuju kantor dekanat saya dikagetkan dengan suara 2 orang mahasiswi yang memanggil nama saya &#8220;kak Ica Dbrain&#8230;&#8221;. Jujur saya tidak mengenal 2 orang mahasiswi itu tapi bagaimanapun sapaan harus dijawab apalagi kelihatannya mereka sangat ramah.</p>
<p>Kedua mahasiswi tersebut bertanya apa keperluan saya di kampus dan bla bla bla, basa basi yang membuat saya geli sendiri: how they know me well? Ternyata usut punya usut kedua mahasiswi tersebut adalah teman saya di facebook. Kami memiliki mutual friend dari teman kuliah S1 saya. What a small world !!</p>
<p>Kembali ke kantor, saya juga mendapati hal yang menggelikan, ketika saya online chatting facebook, teman saya yang kebetulan tinggal didaerah kampus tahu kalau saya berada di fisip tadi. Dia mengatakan kalau mengetahui itu semua dari junior dikampus yang melihat keberadaan saya &#8220;tadi Kak Ica Dbrain ke kampus&#8221;.</p>
<p>Bukannya mau sombong atau berlagak selebritis, bukan. Tetapi saya cukup excited. Excited dengan kecanggihan zaman dan betapa cepatnya akses keberadaan seseorang. Bukan kali ini saya mendapati hal seperti ini. Kadang ketika berada diluar saya tidak sengaja berjumpa dengan beberapa teman di facebook atau twitter. Pretty ackward but it happened.</p>
<p>Yang kadang membuat saya kesal, orang tersebut melihat saya tapi tidak berani menyapa. Tetapi malah bertanya via fb atau twitter: tadi kamu di tempat X ya? Td beli buku di X ya? Berasa ada berpasang mata yang tengah mengawasi dan situasi tersebut sungguh tidak enak.</p>
<p>Saya jadi tertarik membahas mengenai media sosial ini kedalam tulisan saya kali ini. Tentang berbagai macam fenomena yang kini tengah men&#8221;jaring&#8221; manusia kedalam media jejaring sosial. Saya pernah membahas hal ini sebelumnya di blog Hizra: <a href="http://hizra.staff.unri.ac.id/2010/02/22/di-balik-fenomena-facebook-ketika-jejaring-sosial-menjaring-kehidupan-manusia/">http://hizra.staff.unri.ac.id/2010/02/22/di-balik-fenomena-facebook-ketika-jejaring-sosial-menjaring-kehidupan-manusia/</a> . Tetapi untuk kali ini saya lebih menekankan pada pengalaman pribadi saya dan pengalaman lucu dan aneh teman-teman dan orang-orang sekitar saya, seputar facebook, twitter, blackberry messager dan media sosial lainnya.</p>
<p>Tanggal 23 Agustus 2010 yang lalu saya mengupdate status facebook:</p>
<p><strong>&#8221; dari 321 Friend Request &amp; 3 Friend Suggestions, tidak ada 1 pun yang pernah saya kenal, mutual friendsnya random, FB nya kebanyakan account palsu. Maaf, dengan terpaksa saya ignore semua, bukan karna tidak mau berteman tapi saya sudah tidak mau menambah orang-orang yang tidak saya kenal dan nantinya hanya akan memenuhi home FB bahkan kebanyakan setelah di confirm tidak pernah bersilaturahmi via FB dengan saya. Saya ingin mengefektifkan teman-teman yang ada sekarang&#8221;<span id="more-67"></span><br />
</strong></p>
<h3><span style="font-weight:normal;font-size:13px;">Ya&#8230;. 321 dalam waktu 3 bulan. Selama ini 321 friends request itu saya pending karna saya juga tidak mau meng-ignore orang dengan gampang. Saya harus melihat satu-persatu siapa yang meng-add saya. Sikap saya ini bukan tanpa alasan. Mengingat saya sudah memiliki teman facebook sebanyak 2075 orang. Untuk angka segitu sudah sangat mengganggu karna sejujurnya mungkin yang benar-benar saya kenal baik hanya ratusan, sisanya hanya saya kenal mukanya (istilah: facebook) atau bahkan tidak saya kenal sama sekali. Ini kesalahan saya. Karna ketika 3 tahun yang lalu, ketika saya membuat account fb tersebut saya tidak mengacuhkan hal tersebut, saya hanya meng-add dan meng-add atau di-add. Awalnya saya memang ingin memiliki banyak teman di facebook, maklum masih pengen show-off dan merasa kalau banyak teman di fb akan terlihat sangat cool.</span></h3>
<p>Tetapi lambat laun, seiring menjamurnya media sosial lainnya, facebook saya menjadi overcapacity. Tiap hari selalu ada kisaran belasan orang yang me-request saya menjadi temannya. Mungkin dia melihat fb saya dari fb teman, teman nya teman saya atau teman nya teman temannya saya. Nah lho bingung kan? Apalagi saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada beberapa hal unik dan bahkan menjadi alasan saya untuk agak pilih-pilih meng-add teman di social networking seperti facebook dan twitter, berikut alasannya, cekidot:</p>
<p><strong>1. Berkurangnya Privacy</strong>. Baru-baru ini saya membaca berita di internet tentang kegerahan beberapa orang, bukan hanya selebritis tetapi juga orang-orang biasa dengan keberadaan FB dan twitter. Bahkan seorang artis sekaliber Miley Cyrus (pemeran Hannah Montana) menutup account Twitter nya karna merasa selalu &#8220;dikuntit&#8221; a.k.a diikuti oleh para fans nya. Kim Kandarsian (artis dan model hollywood) bahkan menuntut seorang lelaki yang selalu mengikuti kemana saja dia pergi. Semua itu tentu saja tidak tanpa alasan. Karena para artis tersebut memiliki ribuan follower dan mereka juga rajin meng-update keberadaan. Well, saya juga tipe orang yang rajin update status, meskipun tidak selalu memberitahukan keberadaan saya tiap detik tetapi tetap saja ada beberapa mata yang kadang tahu (atau lebih tepatnya sok tahu) dengan apa yang saya lakukan. Dan hal yang menjengkelkan adalah ketika seseorang yang tidak saya kenal merasa sudah mengetahui saya seutuhnya. That&#8217;s suck and this reason make me think to give limitation on my fb friend request. And I did it. Awalnya gak tega juga harus meng-ignore 321 orang tapi ini harus saya lakukan karna dengan saya &#8220;menggantung&#8221; mereka saya malah membuat orang-orang yang sebenarnya lebih mengenal saya jadi tidak bisa untuk meng-add saya. Ini terjadi pada saudara jauh saya yang tidak bisa meng-add saya karna permintaan teman saya sudah penuh.</p>
<p><strong>2. &#8220;Hilangnya&#8221; teman-teman saya dari Home FB. </strong>Memiliki teman 2075 orang memang menyenangkan tetapi tidak semuanya saya kenal dengan baik. Bahkan ada yang hanya meng-add saya, saya approve dan selanjutnya tidak ada komunikasi sama sekali. Walhasil home FB saya hanya dipenuhi oleh status orang-orang yang saya tidak kenal. Konsekuensinya kadang saya tidak pernah melihat status teman baik saya, teman kantor saya dan orang-orang yang saya kenal baik. Padahal mereka juga meng-update status.</p>
<p><strong>3. Membanjirnya para Alayers. </strong> Hal ini cukup menarik sekaligus menggelitik. Fenomena FB dan Twitter menghasilkan satu bentuk generasi baru: ALAY. Jadi teringat pada status twitter saya <strong>&#8221; Sepertinya internet tidak butuh kecerdasan tertentu untuk mengoperasikannya..terbukti banyak orang tidak &#8216;cerdas&#8217; gentayangan via twiter, fb , dll &#8220;. </strong>Diantara ribuan teman FB saya, tidak sedikit yang ternyata adalah para Alay. Alay adalah istilah untuk orang yang selalu berlebihan, lebay dan bikin jijay ay. Ada bermacam-macam alay:</p>
<p><strong>- Alay ABG</strong>. Alay yang masih duduk dibangku sekolahan, biasanya punya nama aneh, misalnya: aqyuh sayang kamoeh selamanya. Jijay gak sih melihat nama seperti itu, belum lagi gaya berfoto dengan mulut yang manyun dan gaya cakar kucing (tangan disamping wajah, seperti mau mencakar). Mungkin orang-orang seperti ini sangat mengidolakan Trio Macan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>- Alay Melankolis (atau disingkat: alis)</strong>. Biasanya alay yang ini berpasangan. Kirim-kiriman wall romantis di FB. Helooo guys, kan ada fasilitas inbox (message) atau langsung saja kirim sms/tlp kalau hanya sekedar mau bilang &#8220;aku sayang kamu, jangan lupa makan atau kamu lg dimana sayang?&#8221; beughhh.</p>
<p><strong>- Alay Drama Queen/King</strong>. Yang ini turunan alay melankolis. Hanya saja biasanya alay ini adalah alay jomblo yang tengah berburu cinta. Jatuh-jatuhnya jadi mempermalukan diri sendiri sengan status nya. Semua serba di dramatisir, seolah-olah hidupnya penuh dengan kesedihan atau kekecewaan. Hmmm&#8230; nasehat saya untuk orang seperti ini &#8220;sering-seringlah main keluar, hidup terlalu indah untuk diratapi dan 99% orang TIDAK PERDULI pada masalah mu&#8221;. Terlalu banyak memposting masalah hanya akan membuat orang lain sick of you. Be wise.</p>
<p><strong>- Alay OKB</strong>. Orang Kaya Baru atau istilah kampung saya &#8220;New Money&#8221;  :D Biasanya orang-orang dengan tipe alay seperti ini sering mengupdate status memperlihatkan kekayaan, seperti &#8220;lagi jalan-jalan pake mobil X&#8221;, &#8220;Asiknya shopping 5 juta dengan mama&#8221; de el el.  Dengan status seperti itu hanya membuat orang lain jadi pengen tahu tentang seberapa kayanya kamu, gak menutup kemungkinan maling-maling yang memiliki FB untuk segera menyusun aksi untuk merampok dirumah mu *tragis*</p>
<p><strong>- Alay Religi</strong>. Nah alay yang satu ini biasanya menjamur di bulan suci Ramadhan. Judulnya: mendadak alim! hehehe. Biasanya para alay religi rajin mengupdate status religiusitasnya. Memperlihatkan pada dunia bahwa mereka adalah orang alim se-Indonesia. Saya juga pernah menyindir hal ini di status FB saya: <strong>&#8220;Religiusitas adalah rubrik personal, hanya kamu dan Tuhan mu lah yang tahu, tak perlu harus mempublish betapa baiknya kamu dan berapa amalanmu di media seperti FB. Itu semua hanya akan mengurangi amalan yang telah kamu perbuat&#8221;. </strong> Bagi saya, FB adalah media antar manusia. Sedangkan media antara Manusia-Tuhan adalah Ibadah dan bukan kah ibadah tidak boleh show off?? Apa dengan memposting amalan mu di FB akan menambah ibadah? Well&#8230;yang ada, bukannya suka, malahan orang-orang pada muntah membaca status mu. Sorry to say.</p>
<p>- <strong>Mamak/Bapak Alay</strong>. Biasanya alay ini adalah orang-orang tua yang masih ingin eksis tapi dengan cara yang norak. Saya tidak melarang orang tua memiliki FB atau Twitter tetapi bahasa yang dipakai hendaknya juga disesuaikan dengan umur. Saya pernah menemui beberapa orang yang sudah berumur tetapi masih merasa &#8220;single&#8221;, biasanya para bapak hidung belang-belang macan. Biasanya orang seperti itu dengan senang hati saya remove dari friend list saya. Karna saya tidak mau nantinya hanya akan membuat saya kesal dengan sikap ganjennya. Kalau mamak alay biasanya wanita berumur yang kadang bikin status seperti para ABG plus dengan bahasa alay nya yang tidak bisa saya baca.</p>
<p><strong>- Alay Bimbang.</strong> Untuk yang satu ini saya angkat tangan. Biasanya orang-orang seperti ini selalu bimbang dalam hidupnya. Bukan hanya pada hidup bahkan untuk jenis kelaminnya pun ikutan bingung. Hehehe. Banyak yang orientasi sex nya menyimpang, entah lelaki entah wanita. Raga pria tapi hati wanita. Beughhh. Biasanya fotonya juga seronok. Bertelanjang dada dan mayoritas temannya adalah pria-pria kemayu. Ada juga Alay Bimbang yang tiap hari ganti-ganti status berhubungan: kadang Single, besok sudah In a Relationship, eh besoknya Engaged bahkan 2 hari selanjutnya sudah Married dan terakhir Widowed dan kembali lagi ke Single. Hadeeehh. Biasanya hubungan percintaannya tidak diketahui dengan siapa. Hanya Dia, Facebook dan Tuhan lah yang tahu.</p>
<p><strong>4. Ingin mengefektifkan komunikasi dengan teman-teman yang sudah ada. </strong>Alasan saya yang paling mendasar adalah saya ingin media FB atau Twitter menjadi media intens saya dengan teman-teman, baik itu teman dekat maupun teman yang sudah ada. Saya bahkan masih belum bisa mewujudkan itu. Saya tidak mau hubungan yang ada hanya sebatas &#8220;Hit and Run&#8221; alias cuma sebatas menambah teman tapi tidak mengetahui siapa yang kita add atau confirm.</p>
<p>Internet memang sudah merambah segala bidang. Saya sendiri sudah tidak bisa lepas dari yang namanya internet. Harus diakui itu, tetapi jangan sampai dengan media sosial kita menjadi orang yang tidak sok-sial alias hanya menjadikan FB sebagai sarana show-off untuk memperlihatkan bahwa kita punya teman ratusan bahkan ribuan.</p>
<p>Saya tidak akan meremove teman yang ada sekarang karna akan sangat kejam dan terkesan keterlaluan. Yang akan saya lakukan adalah tidak dengan gampang menambah atau meng-confirm friends request yang ada.</p>
<p>Jangan jadikan jejaring sosial menjaring kehidupan sosial mu dan mengubahnya menjadi kehidupan sok-sial. Jangan sampai !!</p>
<p>Salam Selfrespect,</p>
<p>XoXo</p>
<p>Ica Dbrain for #DBRAINology</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=67&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/31/jejaring-sosial-atau-jejaring-sok-sial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/privacy.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Privacy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>No regret in life, please</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/31/no-regret-in-life-please/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/31/no-regret-in-life-please/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 04:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Cukup lama rasanya tidak menulis lagi. Serasa menjadi blogger murtad Padahal saya sudah berusaha mendisiplinkan diri untuk memposting tulisan tiap Senin, Rabu dan Jumat. Tapi karna satu dan berbagai hal, saya tidak bisa sepenuhnya menepati janji itu. Jadi teringat sebuah pepatah kampung &#8220;It&#8217;s human to make a mistake&#8221;, well itu berarti I&#8217;m too human. Hehehe. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=49&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-50" href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/31/no-regret-in-life-please/dbrainology1-6/"><img class="size-medium wp-image-50 alignleft" title="dbrainology" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/dbrainology19.jpg?w=300&#038;h=243" alt="" width="300" height="243" /></a>Cukup lama rasanya tidak menulis lagi. Serasa menjadi blogger murtad <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Padahal saya sudah berusaha mendisiplinkan diri untuk memposting tulisan tiap Senin, Rabu dan Jumat. Tapi karna satu dan berbagai hal, saya tidak bisa sepenuhnya menepati janji itu. Jadi teringat sebuah pepatah kampung &#8220;It&#8217;s human to make a mistake&#8221;, well itu berarti I&#8217;m too human. Hehehe.</p>
<p>Kali ini saya tertarik dengan topik &#8220;Penyesalan&#8221;. Asosiasi yang muncul ketika mendengar kata tersebut adalah &#8220;Penyesalan selalu datang belakangan&#8221;, of course karna kalau datang duluan itu namanya Kerajinan. Huaaaa. #garing!</p>
<p>Personally saya melihat &#8220;penyesalan&#8221; sebagai dampak dari rasa keingin-sempurnaan manusia akan sesuatu. Sebagai contoh, saya suka sekali shopping dan pernah suatu hari ketika saya ke mal dan melihat sebuah gaun yang indah tapi disaat itu saya berpikiran &#8220;ah&#8230;nanti saja, masih ada yang lebih bagus dan lebih terjangkau daripada gaun itu&#8221;, saya abaikan gaun indah itu dan keesokan harinya ketika saya ke mal lagi, gaun tersebut sudah tidak ada dan yang tertinggal hanya gaun jelek dengan harga selangit. Saya menyesal!</p>
<p>Itu baru contoh kecil dari bentuk penyesalan yang sebenarnya tanpa sadar kita ciptakan sendiri. Acapkali kita melewatkan yang terbaik dalam hidup. Itu wajar. Saya pernah mengalaminya, pastinya kamu juga. Karna sikap kemanusiaan kita yang kadang selalu merasa bahwa bakal ada kesempatan yang lebih baik sehingga mengabaikan kesempatan yang seharusnya kita ambil. Jatuh-jatuhnya penyesalan tersebut menjadi sebuah bentuk rasa tidak bersyukur.</p>
<p>Kemarin saya membaca sebuah perenungan yang indah tentang arti penyesalan. Cerita lama di zaman Plato. Ceritanya memang berfokus pada percintaan dan perkawinan tetapi sebenarnya memiliki makna yang lebih dalam dan luas tentang kehidupan. Tentang keberanian bersikap dan menghindari penyesalan yang bakal kita sesali seumur hidup, berikut ceritanya:<span id="more-49"></span></p>
<p>*****************************************************</p>
<p><em><strong>Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .</strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong>Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.</strong></em></p>
<p><em><strong>Gurunya bertanya, &#8220;mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?&#8221; Plato menjawab, &#8220;Aku hanya boleh membawa satu saja dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)&#8221;.</strong></em></p>
<p><em><strong>Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”.</strong></em></p>
<p><em><strong>Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”</strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><strong><em>Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu perkawinan? Bagaiman a saya bisa menemukannya?” Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”.</em></strong></p>
<p><strong><em>Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.</em></strong></p>
<p><strong><em>Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?” Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanyakesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”</em></strong></p>
<p><strong><em>Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”.</em></strong></p>
<p>*****************************************************</p>
<p>Well dear temans, semoga apa yang kita pilih ataupun yang ada didepan kita sekarang adalah pilihan yang cocok untuk kita, semoga kita tidak salah memilih, tidak memupuk rasa penyesalan nantinya dan lebih parah jangan sampai tidak memiliki pilihan karena sikap keingin-sempurnaan kita.</p>
<p>Kalau saya memaknai cerita diatas lebih general. Tentang pilihan (apapun bentuk dan jenisnya) yang sebenarnya telah datang pada kita sebaiknya dimanfaatkan dengan baik, cobalah mencintai pilihan yang ada didepan mata. Jika pilihan tersebut memang tidak bisa dan tidak sejalan dengan kita, barulah melepaskan. Intinya, no regret in life.</p>
<p>Jangan sampai: In the end,we only regret the chances we didn&#8217;t take, relationships we were afraid to have &amp; the decisions we waited too long to make !!</p>
<p>Salam Selfrespect,</p>
<p>XoXo</p>
<p>Ica Dbrain for #DBRAINology</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=49&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/31/no-regret-in-life-please/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/dbrainology19.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Coretan Hati</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/21/coretan-hati/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/21/coretan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 05:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Kadang ada kalanya perasaan hanya dapat dituangkan dalam sebuah puisi. Saya lebih cenderung mengatakannya sebagai sebuah &#8220;coretan hati&#8221;. Biasanya inspirasi itu datang ketika saya tengah dalam keadaan sedih, makanya tak heran hampir semua &#8220;coretan hati&#8221; saya ini terkesan &#8220;kelam&#8221;, dalam dan penuh kesedihan. Berikut empat &#8220;coretan hati&#8221; saya yang pernah saya publish di Facebook account [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=43&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-45" href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/21/coretan-hati/dbrainology1-5/"><img class="size-medium wp-image-45 alignleft" title="dbrainology" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/dbrainology18.jpg?w=300&#038;h=243" alt="" width="300" height="243" /></a></p>
<p>Kadang ada kalanya perasaan hanya dapat dituangkan dalam sebuah puisi. Saya lebih cenderung mengatakannya sebagai sebuah &#8220;coretan hati&#8221;. Biasanya inspirasi itu datang ketika saya tengah dalam keadaan sedih, makanya tak heran hampir semua &#8220;coretan hati&#8221; saya ini terkesan &#8220;kelam&#8221;, dalam dan penuh kesedihan.</p>
<p>Berikut empat &#8220;coretan hati&#8221; saya yang pernah saya publish di Facebook account saya. Masih ada puluhan &#8220;coretan hati&#8221; saya tetapi masih tersimpan manis didalam laptop, suatu saat akan saya publish disini.</p>
<p>Well selamat membaca &#8220;coretan hati&#8221; saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&gt;&gt; <strong>Tak Terjamah &lt;&lt;</strong></p>
<p>Terlalu banyak kegagalan<br />
Terlalu sedikit waktu yg tersisa</p>
<p>Mengubur panji-panji kekosongan<br />
Menggugat semua isi jiwa</p>
<p>Tengah berdiri di dua cabang<br />
Antara Kiri&#8230;Kanan</p>
<p>Pertanyakan lagi konsistensi itu<br />
Tak kan pernah sejalan</p>
<p>Genggam aku dalam pelukMu<br />
Agar tak bimbang&#8230;tak goncang<br />
Bagi yang tak terjamah oleh waktu&#8230;<br />
(Sunday, November 22, 2009 at 8:12am)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>&gt;&gt; My Personal Interpretation &lt;&lt;</strong></p>
<p>Dont think we&#8217;re OK just because I&#8217;m here..<br />
I just to make it clear..<br />
Make it bright..<br />
Better..<br />
Not bitter..</p>
<p>I wont shed the tears..<br />
I know for sure that we had try our best..<br />
Now it&#8217;ll be better to let the rain to come and wash away my pain..not my gain..</p>
<p>And someday I will find myself smile and feel so bless cause I choose that way..<br />
Away..<br />
(Tuesday, October 13, 2009)</p>
<p><strong>&gt;&gt; Good Friend &lt;&lt;</strong></p>
<p>Im just awake from my sleep. Finnaly I receive that statement. I try to read it carefully and be wise.<br />
But Im just a human. It&#8217;s hurt knowing what u want just spread away and move away. Suddenly my tears are fall down,,easily and it&#8217;s so unpredictable.<br />
After all the question that Im waiting for, honestly Im so satisfied with this messy situation. Finally I&#8217;ve got the answer. Dont worry Im still cool with it and will always be a good friend or even best friend ever. Wave goodbye now. It&#8217;s ur choice. U deserved to choose who&#8217;s the right one but me.<br />
And now Im here,,still here,,get up and stand up my life,,<br />
Dont worry about me,,<br />
Im never change it,,<br />
GOOD FRIEND<br />
PS: for the one who know this</p>
<p>(September 11, 2009 at 12:24am)</p>
<p>&gt;&gt; <strong>Kadang &lt;&lt;</strong></p>
<p>Kadang pikiran kita dijejali dengan pikiran bahwa Cinta kan datang dengan sendirinya namun ketika penantian itu tak kunjung menghampiri, kita acapkali lupa kadang cinta itu ada disamping kita, mengelilingi kita, dekat dengan kita bahkan nyata dihadapan kita.<br />
Namun manusia hanyalah manusia dengan segala pengharapan, tendensi dan angan-angan yang sering melenakan, sering lupa bahwa cinta juga kumpulan rasa yang didalamnya terdapat kekurangan, takkan berbatas dan butuh pengertian.<br />
Cinta itu murni, tak berbatas dan lepas dari doktrin kesempurnaan.<br />
Cintai kekurangan dan pandanglah kekurangan itu sebagai ruang kosong yang kan terisi sepanjang perjalanan cinta yang dengan murni kan membawamu pada satu kesmipulan bahwa mencintai dengan murni dan tanpa tendensi ataupun ekspektasi yang berlebihan akan membawa kebahagiaan yang lebih hakiki.<br />
(Tuesday, March 10, 2009 at 11:40pm)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=43&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/21/coretan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/dbrainology18.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ica Dbrain&#8217;s Youtube Chanel ^^</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/19/ica-dbrains-youtube-chanel/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/19/ica-dbrains-youtube-chanel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 04:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[I love to sing. Menyanyi bagi saya bukan hanya sekedar mengeluarkan suara tetapi meresapi tiap bait lirik dan mendengarkan tiap dentang nada mampu mengubah suasana hati, mampu membangun mood dan mampu menambah semangat dan gairah hidup saya Selama ini saya hanya menjadikan dunia tarik suara hanya sekedar hobi, cuma konsumsi pribadi untuk saya pribadi, keluarga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=38&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a rel="attachment wp-att-39" href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/19/ica-dbrains-youtube-chanel/youtube1/"><img class="size-medium wp-image-39 alignleft" title="ica dbrain's youtube" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/youtube1.jpg?w=300&#038;h=153" alt="" width="300" height="153" /></a></p>
<p>I love to sing. Menyanyi bagi saya bukan hanya sekedar mengeluarkan suara tetapi meresapi tiap bait lirik dan mendengarkan tiap dentang nada mampu mengubah suasana hati, mampu membangun mood dan mampu menambah semangat dan gairah hidup saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selama ini saya hanya menjadikan dunia tarik suara hanya sekedar hobi, cuma konsumsi pribadi untuk saya pribadi, keluarga dan teman-teman. Medianya hanya di karaokean, pesta keluarga/teman dan di kamar mandi! ^_^</p>
<p>Perkembangan teknologi terutama internet lah yang membuat saya lebih leluasa bereksplorasi dan berkreasi. Voila, akhirnya terciptalah account youtube saya:  http://www.youtube.com/user/ica1984able/</p>
<p>Didalamnya banyak saya upload video-video saya tengah menyanyikan lagu-lagu yang saya cover version (nyanyikan ulang) seperti salah satunya lagu &#8220;Sunrise&#8221;-Norah Jones  (cover version). Saya suka nada nya yang jazzy, easy listening dan bikin adem hati. Liriknya pun sederhana tetapi kuat dan outstanding.  Seperti yang bisa kamu lihat dibawah ini:</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/19/ica-dbrains-youtube-chanel/"><img src="http://img.youtube.com/vi/wEXAQGsDVa8/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Lagu lain yang saya pilih untuk dinyanyikan ulang adalah I&#8217;ll Stand by You, tapi yang ini saya lebih suka versi Shakira (di acara charity Hope for Haiti). Lagunya sangat indah, liriknya sangat humanis.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/19/ica-dbrains-youtube-chanel/"><img src="http://img.youtube.com/vi/LUUMvq7-Ayg/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Well dear temans, please &#8220;jalan-jalan&#8221; ke youtube chanel saya, dengerin dan kasih komen ya.</p>
<p>XoXo,</p>
<p>Ica Dbrain</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=38&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/19/ica-dbrains-youtube-chanel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/youtube1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ica dbrain&#039;s youtube</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>25 April 2010</title>
		<link>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/18/25-april-2010/</link>
		<comments>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/18/25-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 02:36:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbrainology</dc:creator>
				<category><![CDATA[me and my DBRAINology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbrainology.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pasti diantara kita pernah mengalami rasa bosan, baik dalam hal pekerjaan, hidup, asmara atau apapun itu namanya. Bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Bagi yang bekerja bosan dengan rutinitas pergi pagi pulang sore bahkan ada beberapa teman saya yang pekerjaannya memang menuntut sampai harus pulang larut malam. Ada juga beberapa teman yang malah bosan berada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=25&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/img01529-20100817-21361.jpg"><img class="size-medium wp-image-27 alignleft" title="25 april 2010" src="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/img01529-20100817-21361.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Pasti diantara kita pernah mengalami rasa bosan, baik dalam hal pekerjaan, hidup, asmara atau apapun itu namanya. Bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Bagi yang bekerja bosan dengan rutinitas pergi pagi pulang sore bahkan ada beberapa teman saya yang pekerjaannya memang menuntut sampai harus pulang larut malam.</p>
<p>Ada juga beberapa teman yang malah bosan berada dirumah seharian alias pengangguran. Wew, saya pernah mengalami hal tersebut. Sungguh sangat tidak enak. Jam tidur kayak kalong, malam bangun, siangnya molor sampai siang. Mau pergi juga tidak tahu kemana karna teman-teman semua sudah bekerja. Jalan-jalan sendirian malas malahan takut apalagi bagi yang cewek, bisa-bisa dihipnotis terus diculik dan dijual diperbatasan Batam-Malaysia. Oke cukup, saya sudah ngelantur. Hehe.</p>
<p>Bosan dalam percintaan jauh lebih tidak enak. Jemu dengan rutinitas yang itu-itu saja. Pergi jalan tapi setiap pergi harus nanya dulu, ”mau kemana?” dan pasangan akan menjawab ”terserah”, ”nonton apa?” jawabnya ”terserah”, ”makan dimana?” jawabnya ”terserah”, ternyata ”Terserah” sudah buka cabang dimana-mana, buktinya banyak pasangan yang berakhir dengan ”Terserah”. Terserah lah, saya juga pusing jadinya.</p>
<p>Bosan, B-O-S-A-N memang momok bagi semua, seperti yang saya tulis diatas, pastinya akan menggerogoti kita semua, hanya saja kadarnya yang harus dikurangi, jangan sampai rasa bosan terhadap segala sesuatu tidak berlebihan.<img title="More..." src="http://dbrainology.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>Secara pribadi, kalau saya tengah bosan, saya akan mencari cara lain dari yang lain yang selama ini saya lakukan. Contohnya, dalam masalah rutinitas pekerjaan, karna saya sekarang bekerja di bidang IT dan di kantor saya tengah diluncurkan blog staff dan dosen, jadi ketika saya bosan, saya akan menulis untuk blog saya. Mengutak-atik setting  blog dan mengetahui ilmu baru dari rekan kerja juga bisa mematikan rasa bosan. Cara lain dengan mengingat kembali kenapa saya bisa ada disini (baca: kantor), mengingat pengalaman-pengalaman terdahulu serta kembali BERSYUKUR.Ya bersyukur !<img title="More..." src="http://dbrainology.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-25"></span></p>
<p>Bersyukur atas apa yang telah saya capai. Bersyukur atas pekerjaan yang telah Tuhan beri pada saya. Saya ingat perkataan papa saya ”jangan terlampau tinggi melihat keatas, sekali-kali lihatlah kebawah agar kita tidak kufur nikmat. Cita-cita boleh tinggi tapi kaki harus tetap menginjak bumi. Sehingga kalau pun terjatuh nanti, kita masih bisa berdiri lagi dan mensyukuri apapun yang telah digariskan Allah SWT untuk kita”. Kata-kata beliau sangat saya ingat hingga detik ini. Kalimat itu langsung menyejukkan hati saya yang tengah berduka karena saya gagal mendapatkan pekerjaan yang disaat itu sangat saya impikan. Sekarang setiap saya melihat kebelakang, insyaallah tidak ada penyesalan dalam diri saya. Saya bahagia pernah jatuh, pernah terluka karena saya bisa berdiri kembali bahkan tengah berlari menuju kebahagiaan. Tentu saja berkat dukungan keluarga, sahabat-sahabat dan orang yang saya cintai.</p>
<p>Atas dasar rasa syukur saya senantiasa selalu memberi ”award” pada diri saya sendiri, yang saya namakan ”Selfrespect” atau ”Menghargai diri sendiri”. Selfrespect sendiri bukan lah hal yang baru, hanya saja, personally saya merasa cocok dengan konsep ini. Dimana menghargai diri sendiri sangat lah penting. Bukan untuk menyombongkan diri tetapi lebih kepada bentuk syukur bahwa apa yang kita dapatkan sekarang tentunya atas izin Tuhan dan Tuhan pastinya tahu mana yang terbaik untuk kita.</p>
<p>Tak henti-hentinya saya bersyukur atas pencapaian yang telah diberikan pada saya hingga detik ini, baik itu yang baik maupun yang buruk karnaeverything happens for a reason and God knows the better way for us, all we need just: grateful (bersyukur).</p>
<p>Salah satu rasa syukur saya adalah ketika saya diliput untuk koran lokal Tribun Pekanbaru. Saat itu pertengahan bulan April dan saya baru saja merasakan kebahagian karna telah berhasil wisuda Pasca Sarjana. Seorang wartawan mencari saya untuk mewawancarai dan tentu saja hal tersebut saya apresiasi. Berita tentang saya akan dimasukkan kedalam rubric Smart Woman. Saya melirik kesempatan ini sebagai peluang untuk bisa mempromosikan GDLN (Global Development Learning Network) Event Management (GEM) yang tengah saya pegang. Jika saya tengah merasa jenuh dengan rutinitas saya, maka hal ini menjadi pengingat saya untuk terus bersyukur dan lebih selfrespect.</p>
<p>Berikut adalah isi dari rubrik Smart Woman di Koran Tribun Pekanbaru pada hari Minggu, Tanggal 25 April 2010, selamat membaca:</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Hizra Marisa: Tiga Profesi Sekaligus</strong></em></p>
<p><em>Menjalani tiga profesi sekaligus ternyata tidak sulit bagi gadis kelahiran Pekanbaru, 31 Maret 1984 ini. Apalagi semua pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang paling disenanginya karna selalu berkomunikasi dengan orang lain.</em></p>
<p><em>”saya sangat senang bergaul dan memiliki banyak kawan, lewat kesempatan di profesi inilah saya semakin banyak mendapat kawan. Mulai dari kalangan atas hingga kalangan bawah, dari Profesor sampai mahasiswa.” ungkapnya.</em></p>
<p><em>Dikatakannya, pekerjaan yang paling baru dilakoninya saat ini adalah GDLN Event Managemeny (GEM). Pekerjaan ini merupakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem jarak jauh, sehingga seorang dosen yang sedang berada di daerah lain bisa melakukan pengajaran kepada mahasiswa UR hanya dengan menggunakan satelit saja.</em></p>
<p><em>”Jadi saat ini saya tengah memperkenalkan ini kepada masyarakat terutama kepada mahasiswa, saat ini GEM baru ada empat di Indonesia, yakni UR, UI, Unhas dan Universitas Udayana. Ini sekaligus promosi juga” ungkapnya.</em></p>
<p><em>Karena pekerjaannya lebih banyak dibidang website, Hizra sedikit banyak harus mengetahui pengetahuan dibidang teknologi. Pengetahuan dibidang teknologi ini didapatkannya hanya secara otodidak saja, mulai dari membaca lewat internet hingga meminta diajarkan oleh orang Information &amp; Technology (IT) ditempatnya bekerja.</em></p>
<p><em>”Saya tidak boleh gaptek, jadi saya harus belajar teknologi walaupun saya terkadang minta petunjuk kepada orang IT dan teman yang lainnya. Untuk menjadi cerdas tersebut, saya tidak takut belajar kepada orang lain walaupun terkadang kepada junior saya” tambahnya.</em></p>
<p><em>Dikatakannya, menjalani ketiga pekerjaannya tersebut harus tepat waktu, sebab telat sedikit saja bisa fatal akibatnya. ”pernah terjadi peristiwa unik saat kami melakukan seminar menggunakan Video Conference (Vicon). Saat itu para peserta banyak yang terlambat datang padahal waktunya tidak bisa diundur karena kita berkomunikasi dengan peserta di universitas lain. Diakhir seminar peserta disini banyak yang bertanya tetapi karena waktunya sudah habis, jadi tidak bisa lagi,” lanjutnya.</em></p>
<p><em>Dalam pekerjaan website ia juga dituntut untuk bisa mentranslate. Baik bahasa Indonesia ke bahasa Inggris maupun sebaliknya. Keunggulannya dibidang bahasa Inggris ternyata mempermudahnya melakukan pekerjaan tersebut.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Belajar Bahasa Inggris Sejak Kecil</strong></em></p>
<p><em>Kemampuan bahasa Inggrisnya ternyata telah diperoleh wanita berjilbab ini sejak kecil. Sejak taman Kanak-kanak (TK) kemampuan tersebut telah diperolehnya.</em></p>
<p><em>”Bapak saya memang mengajar jurusan Bahasa Asing terutama bahasa Jerman, jadi di rumah setiap hari diputar listening bahasa Inggris terutama di dalam tape dan keluarga saya juga sering memutar lagu-lagu berbahasa Inggris. Karna diputarnya setiap hari, makanya saya menjadi lancar menirukan bahasa-bahasa itu,” ujarnya.</em></p>
<p><em>Melihat bakat Hizra semakin tinggi, kedua orangtuanya pun memasukkannya pada les bahasa Inggris saat memasuki bangku Sekolah Dasar (SD). Ternyata kemahiran dalam bahasa Inggris tersebut membuatnya disukai banyak teman-temannya dan sering diminta oleh para gurunya untuk melakukan pidato dalam bahasa Inggris.</em></p>
<p><em>”Alhamdulillah semenjak SD banyak teman-teman saya yang minta pada sya untuk mengajarkan bahasa Inggris. Saya pun merasa senang bisa mengajarkan mereka karena bisa berbagi ilmu. Sekarang pun tetangga-tetangga sering meminta saya untuk mengajarkan mereka bahasa Inggris” ungkapnya.</em></p>
<p><em>Dilanjutkannya, belajar bahasa Inggris tidak hanya dilakukannya pada saat di sekolah atau tempat kursusnya saja. Namun dalam kehidupan sehari-hari dirumahnya atau ketika ia berkumpul bersama teman-temannya.</em></p>
<p><em>”Didalam keluarga saya, hampir semua lancar berbahasa Inggris, jadi percakapan kami sehari-hari kadang dalam bahasa Inggris. Tak hanya dirumah, ketika berkumpul bersama kawan-kawan saya pun menggunakan bahasa Inggris” ungkapnya.</em></p>
<p><em>Selain hobi berbahasa Inggris, Hizra pun hobi melakukan pidato di depan umum. Berkat kedua hobinya inilah, ia pun memilih jurusan Hubungan Internasional (HI) di Universitas Riau (UR).</em></p>
<p><em>Tak hanya bahasa Inggris yang dipelajarinya. Disaat kuliah, Hizra juga mempelajari bahasa Perancis yang didapatkannya dari senior dikampusnya.</em></p>
<p>*************************************************************</p>
<p>Koreksi dan Klarifikasi:</p>
<p>Diatas adalah isi dari rubrik Smart Woman yang mewawancarai saya, namun ada beberapa hal yang harus saya koreksi dan klarifikasi:</p>
<ol>
<li>Tiga profesi disini dimaksudkan adalah tiga pekerjaan yang tengah saya geluti yakni: sekretaris di BPTIK UR, languange editor untuk UR website dan kordinator untuk GDLN Event Management (GEM).</li>
<li>Papa saya TIDAK mengajar bahasa Jerman, yang benar adalah papa saya sedikit menguasai bahasa Jerman karna ketika beliau SMU mengambil jurusan bahasa asing dan bahasa yang diminatinya adalah bahasa Jerman.</li>
</ol>
<p>*) overall, saya mengucapkan terimakasih untuk bang Indra atas liputannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbrainology.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbrainology.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbrainology.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbrainology.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbrainology.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbrainology.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbrainology.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbrainology.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbrainology.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbrainology.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbrainology.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbrainology.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbrainology.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbrainology.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbrainology.wordpress.com&amp;blog=15180327&amp;post=25&amp;subd=dbrainology&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbrainology.wordpress.com/2010/08/18/25-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbcb6d959bd4684865a6a232fec59f93?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbrainology</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.files.wordpress.com/2010/08/img01529-20100817-21361.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">25 april 2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbrainology.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
