mengetuk pintu Tuhan
19 Nov 2010 Leave a Comment
Tuhan
Ku ketuk pintu harap-Mu
Disaat ku tak berpegangan
Disaat ku rapuh dan runtuh
Tuhan
Jiwa nelangsa ini haus akan kasih-Mu
Disaat tawa tak dapat tertoreh di wajah
Disaat semua tak indah
Tuhan
Ku tau Engkau kan punya jalan
Ku yakin Engkau beri kan pengharapan
Ku tunggu saat itu
Saat tangisku berganti senyum
Saat musibah berganti hikmah
Ku tunggu
Ku tunggu
- ica dbrain, 191110-
Note:
Maafkan saya yang telah mengabaikan blog ini sekian lama, bukan karena sengaja tapi karna kesibukan kecil yang melenakan. Hari ini saya ingin sekali berpuisi. Bagi saya puisi itu pengganti kalimat yang tak mungkin saya ungkapkan secara gamblang. Dengan puisi saya bisa berimajinasi, mengungkapkan kata tanpa harus bicara. Saya dedikasikan puisi sederhana saya ini untuk pengharapan terdalam saya. Saya tahu kalau kamu pasti tahu.
tentang KEHILANGAN
05 Oct 2010 Leave a Comment
Minggu terakhir ini saya banyak mendapat berita duka. Berita kehilangan cinta dan tentang perasaan khususnya dari sahabat-sahabat saya.
Susah-susah gampang kalau sudah menyangkut masalah perasaan. Bahkan seorang Albert Einstein pun “angkat tengan” tentang ini. “Beri saya masalah apapun, kecuali cinta” ucap penemu E=Mc2 tersebut.
Masalah cinta adalah masalah perasaan, tentang yang tak tampak dan bahkan sulit untuk digambarkan, hanya bisa dirasakan. Dan hanya segelintir orang yang bisa dengan “mulus” mengalami perasaan tersebut, selebihnya hanya akan meninggalkan duka dan lara.
Magister FISIP UR on fire :(
27 Sep 2010 Leave a Comment
Berita menyedihkan,
Tadi pagi cuaca Pekanbaru dingin sekali, hujan gerimis menyapu Kota Berkuah eh Bertuah ini. Saya terbangun oleh ketukan pintu kamar dari mama yang sekonyong-konyong mengatakan “UNRI gobah terbakar !!!”
Tanpa ba-bi-bu saya pun sekonyong-konyong terbangun dan segera melihat layar Metro TV, running text dibawah layar memang menuliskan “Universitas Riau ludes terbakar dini hari tadi jam 02.30 WIB”. Seketika itu juga saya mengambil BlackBerry dan menggoogling berita tersebut, kompas online menyatakan bahwa Kampus Magister Managemen Univeristas Riau di Jl. Pattimura ludes terbakar.
Tapi yang anehnya, berita selanjutnya mengatakan bahwa Kantor Pasca Ilmu Politik ikut terbakar. Letak anehnya karna gedung MM dan Pasca FISIP letaknya cukup jauh. MM didepan sedangkan Pasca FISIP dibelakang. Masih tidak puas, saya pun mencari tahu berita di riauterkini.com, sama saja, beritanya membingungkan.
Saya pun memutuskan untuk langsung ke TKP karna lokasi tidak jauh dari rumah. Dan berita yang beredar salah, yang terbakar adalah GEDUNG MAGISTER (PASCA) FISIP UNIVERSITAS RIAU di JL. Pattimura. SEMUANYA TERBAKAR DAN MENYISAKAN PUING-PUING. MIRIS. Musibah ini terjadi dini hari jam 02.30 WIB Tanggal 27 September, cuaca Pekanbaru pada saat itu tengah diguyur hujan deras dan petir yang dahsyat, ruang yang pertama kali disinyalir terjadinya kebakaran adalah ruang ekstensi (dibagian timur gedung) yang kemudian merembet dengan cepat ke ruang-ruang yang lain, tidak ada korban jiwa tetapi semua data dan file habis terbakar.
Kondisi setelah kebakaran :
Dulu tempat ini menjadi tempat saya menggali ilmu di magister ilmu politik, banyak kenangan indah disana, namun sekarang yang saya lihat hanya puing-puing gosong
Semua data alumni dan mahasiwa/i ludes terbakar, saya masih tetap berharap semoga saja staf administrasi masih menyimpan back-up file nya, kalau tidak ya sangat disayangkan. Semoga dengan musibah ini akan ada hikmah dan pembelajaran untuk kita semua terutama instansi agar selalu menyimpan file dan memback-up file sebanyak-banyaknya karna kita tidak bisa menolak yang namanya musibah, hanya bisa mencegah.
(dibawah ini dulunya ruang-ruang perkuliahan magister Ilmu Politik)
Indria Samego: humble and down to earth
27 Sep 2010 Leave a Comment
Indria Samego, beliau lahir di Cirebon 13 Juni 1950, peneliti pada Puslitbang Politik dan Kewilayahan (PPW) LIPI, sejak 1976 sampai sekarang. Saya mengenal sosok bersaharja ini di kampus Pascasarjana Universitas Riau jurusan Ilmu Politik pada tahun 2007, beliau merupakan dosen dikampus saya tersebut. Beliau memberikan 1 mata kuliah pada saat itu. Singkat memang tetapi memberikan kesan yang mendalam pada saya. Bukan hanya karna pemikiran beliau yang very outstanding tetapi juga kepribadiannya yang humble and very down to earth. Sosok sekelas beliau namun tetap bersaharja dan hangat dengan siapapun. Saya masih ingat ketika ditahun 2008 ketika saya berada di Jakarta, saya menghubungi beliau via sms dan beliau sangat welcome, hanya saja sayang disaat itu saya berada disana hanya sebentar sehingga rencana untuk singgah ke kantor beliau tidak terealisasi.
Tidak hanya dikelas, diluar kelas pun beliau tetap bersedia memberikan kuliah bahkan hanya untuk sekedar berbincang ringan. Sungguh sosok yang patut dijadikan contoh terutama untuk para dosen-dosen lokal. Kenapa saya katakan begini karna tidak dapat dinafi’kan masih banyak dosen-dosen lokal yang bertingkah sombong. Beberapa hari yang lalu, saya berbincang dengan beberapa junior dikampus, kami terlibat pembicaraan yang seru tentang sikap dan sifat para dosen. Ada dosen yang masih membanggakan almamater S2 nya di salah satu universitas ternama di negri ini, ada juga dosen yang masih pelit dengan ilmu, ada dosen yang tidak perduli dengan mahasiswa, bahkan ada dosen yang masih sibuk dengan proyek diluar kampus dan meninggalkan kewajibannya sebagai dosen. Padahal sosok dosen seharusnya bisa komunikatif dan dekat dengan mahasiswa. Image memang harus tetap dijaga tetapi dengan bersifat arogan tentunya malah akan memberikan bad image untuk dosen tersebut. Dekat dengan mahasiswa bukan berarti wibawa dosen itu akan jatuh dimata mahasiswanya malah sebaliknya, akan memberikan kesan yang baik. Seperti kesan yang saya dapatkan dari bapak Indria Samego ini.
Well, ada satu dari sekian banyak tulisan bapak Indria Samego yang saya suka, salah satunya adalah tulisan beliau tentang: Negara sebagai Arena. Tulisan ini disampaikan pada Diskusi bulanan CIDES (Center for Information and Development Studies), pada Selasa 20 September 2005, mengambil tema “Ekonomi Tumbuh Tetapi Rentan”, dimana menghadirkan tiga orang pembicara yaitu M. Fadhil Hasan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Umar Juoro Ketua Dewan Direktur CIDES, serta bapak Indria Samego. Berikut isi dari tulisan beliau dan semoga bermanfaat
More
Happy Ied Mubarak 1431 H
09 Sep 2010 Leave a Comment
Assalamualaikum wr wb…
Salam Selfrespect, Alhamdulillah tak terasa besok (Jumat) 10 September 2010 seluruh umat Islam di dunia merayakan hari kemenangan, hari raya Idul Fitri 1431 H.
Dimana-mana euforia kebahagian tersebar, meski pun ribet, macet dan berdesak-desakkan tetapi tidak menyulutkan semangat orang-orang untuk mudik balik ke kampung halaman, well meskipun saya dari lahir sampai ehem dewasa seperti sekarang tidak pernah merasakan yang namanya mudik namun melihat antusiasme masyarakat, orang-orang yang saya kenal semangat untuk mudik memberikan saya satu pemahaman bahwa sejauh apapun engkau berjalan, hati dan pikiran akan selalu merindukan kebahagian untuk berkumpul dengan orang terkasih. Mengharukan.
Tak hanya mudik tetapi tiap lebaran juga tidak lengkap rasanya jika tidak ada bermacam kuliner nikmat yang memanjakan lidah, biasanya untuk yang satu ini urusannya para kaum hawa.
Begitu juga tradisi yang ada didalam keluarga saya, tidak hanya saya dan mama yang turun ke dapur tetapi juga papa dan abang saya. Rame dan seru.
Hmmm…bulan Ramadhan selalu membawa keberkahan dan kenikmatan tersendiri. Bagaimana dengan kamu? Saya yakin tiap Ramadhan dan lebaran selalu memberi arti dengan caranya masing-masing.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H, MARI SALING MEMAAFKAN LAHIR DAN BATIN karna pemberian maaf memutuskan lingkaran sebab-akibat karna orang yang ‘memaafkan’ mu karna cinta, mengambil alih beban konsekuensi dari apa yang telah kamu lakukan
Selamat Lebaran dear friends, semoga tidak semakin lebar
XoXo
Hizra Marisa, S.IP, M.Si ( Ica Dbrain ) for DBRAINology
Jejaring Sosial atau Jejaring Sok-Sial?
31 Aug 2010 6 Comments
Beberapa minggu yang lalu saya “main” ke Fisipol UR (University of Riau), kampus saya tercinta. Ada beberapa hal yang harus saya lakukan disana salah satunya bertemu dengan seorang dosen untuk sebuah keperluan. Suasana sangat ramai karna ketika saya disana, tengah dilaksanakannya hari terakhir ujian semester.
Ketika hendak melangkah menuju kantor dekanat saya dikagetkan dengan suara 2 orang mahasiswi yang memanggil nama saya “kak Ica Dbrain…”. Jujur saya tidak mengenal 2 orang mahasiswi itu tapi bagaimanapun sapaan harus dijawab apalagi kelihatannya mereka sangat ramah.
Kedua mahasiswi tersebut bertanya apa keperluan saya di kampus dan bla bla bla, basa basi yang membuat saya geli sendiri: how they know me well? Ternyata usut punya usut kedua mahasiswi tersebut adalah teman saya di facebook. Kami memiliki mutual friend dari teman kuliah S1 saya. What a small world !!
Kembali ke kantor, saya juga mendapati hal yang menggelikan, ketika saya online chatting facebook, teman saya yang kebetulan tinggal didaerah kampus tahu kalau saya berada di fisip tadi. Dia mengatakan kalau mengetahui itu semua dari junior dikampus yang melihat keberadaan saya “tadi Kak Ica Dbrain ke kampus”.
Bukannya mau sombong atau berlagak selebritis, bukan. Tetapi saya cukup excited. Excited dengan kecanggihan zaman dan betapa cepatnya akses keberadaan seseorang. Bukan kali ini saya mendapati hal seperti ini. Kadang ketika berada diluar saya tidak sengaja berjumpa dengan beberapa teman di facebook atau twitter. Pretty ackward but it happened.
Yang kadang membuat saya kesal, orang tersebut melihat saya tapi tidak berani menyapa. Tetapi malah bertanya via fb atau twitter: tadi kamu di tempat X ya? Td beli buku di X ya? Berasa ada berpasang mata yang tengah mengawasi dan situasi tersebut sungguh tidak enak.
Saya jadi tertarik membahas mengenai media sosial ini kedalam tulisan saya kali ini. Tentang berbagai macam fenomena yang kini tengah men”jaring” manusia kedalam media jejaring sosial. Saya pernah membahas hal ini sebelumnya di blog Hizra: http://hizra.staff.unri.ac.id/2010/02/22/di-balik-fenomena-facebook-ketika-jejaring-sosial-menjaring-kehidupan-manusia/ . Tetapi untuk kali ini saya lebih menekankan pada pengalaman pribadi saya dan pengalaman lucu dan aneh teman-teman dan orang-orang sekitar saya, seputar facebook, twitter, blackberry messager dan media sosial lainnya.
Tanggal 23 Agustus 2010 yang lalu saya mengupdate status facebook:
” dari 321 Friend Request & 3 Friend Suggestions, tidak ada 1 pun yang pernah saya kenal, mutual friendsnya random, FB nya kebanyakan account palsu. Maaf, dengan terpaksa saya ignore semua, bukan karna tidak mau berteman tapi saya sudah tidak mau menambah orang-orang yang tidak saya kenal dan nantinya hanya akan memenuhi home FB bahkan kebanyakan setelah di confirm tidak pernah bersilaturahmi via FB dengan saya. Saya ingin mengefektifkan teman-teman yang ada sekarang” More
No regret in life, please
31 Aug 2010 2 Comments
Cukup lama rasanya tidak menulis lagi. Serasa menjadi blogger murtad
Padahal saya sudah berusaha mendisiplinkan diri untuk memposting tulisan tiap Senin, Rabu dan Jumat. Tapi karna satu dan berbagai hal, saya tidak bisa sepenuhnya menepati janji itu. Jadi teringat sebuah pepatah kampung “It’s human to make a mistake”, well itu berarti I’m too human. Hehehe.
Kali ini saya tertarik dengan topik “Penyesalan”. Asosiasi yang muncul ketika mendengar kata tersebut adalah “Penyesalan selalu datang belakangan”, of course karna kalau datang duluan itu namanya Kerajinan. Huaaaa. #garing!
Personally saya melihat “penyesalan” sebagai dampak dari rasa keingin-sempurnaan manusia akan sesuatu. Sebagai contoh, saya suka sekali shopping dan pernah suatu hari ketika saya ke mal dan melihat sebuah gaun yang indah tapi disaat itu saya berpikiran “ah…nanti saja, masih ada yang lebih bagus dan lebih terjangkau daripada gaun itu”, saya abaikan gaun indah itu dan keesokan harinya ketika saya ke mal lagi, gaun tersebut sudah tidak ada dan yang tertinggal hanya gaun jelek dengan harga selangit. Saya menyesal!
Itu baru contoh kecil dari bentuk penyesalan yang sebenarnya tanpa sadar kita ciptakan sendiri. Acapkali kita melewatkan yang terbaik dalam hidup. Itu wajar. Saya pernah mengalaminya, pastinya kamu juga. Karna sikap kemanusiaan kita yang kadang selalu merasa bahwa bakal ada kesempatan yang lebih baik sehingga mengabaikan kesempatan yang seharusnya kita ambil. Jatuh-jatuhnya penyesalan tersebut menjadi sebuah bentuk rasa tidak bersyukur.
Kemarin saya membaca sebuah perenungan yang indah tentang arti penyesalan. Cerita lama di zaman Plato. Ceritanya memang berfokus pada percintaan dan perkawinan tetapi sebenarnya memiliki makna yang lebih dalam dan luas tentang kehidupan. Tentang keberanian bersikap dan menghindari penyesalan yang bakal kita sesali seumur hidup, berikut ceritanya: More
Coretan Hati
21 Aug 2010 Leave a Comment
Kadang ada kalanya perasaan hanya dapat dituangkan dalam sebuah puisi. Saya lebih cenderung mengatakannya sebagai sebuah “coretan hati”. Biasanya inspirasi itu datang ketika saya tengah dalam keadaan sedih, makanya tak heran hampir semua “coretan hati” saya ini terkesan “kelam”, dalam dan penuh kesedihan.
Berikut empat “coretan hati” saya yang pernah saya publish di Facebook account saya. Masih ada puluhan “coretan hati” saya tetapi masih tersimpan manis didalam laptop, suatu saat akan saya publish disini.
Well selamat membaca “coretan hati” saya
>> Tak Terjamah <<
Terlalu banyak kegagalan
Terlalu sedikit waktu yg tersisa
Mengubur panji-panji kekosongan
Menggugat semua isi jiwa
Tengah berdiri di dua cabang
Antara Kiri…Kanan
Pertanyakan lagi konsistensi itu
Tak kan pernah sejalan
Genggam aku dalam pelukMu
Agar tak bimbang…tak goncang
Bagi yang tak terjamah oleh waktu…
(Sunday, November 22, 2009 at 8:12am)
>> My Personal Interpretation <<
Dont think we’re OK just because I’m here..
I just to make it clear..
Make it bright..
Better..
Not bitter..
I wont shed the tears..
I know for sure that we had try our best..
Now it’ll be better to let the rain to come and wash away my pain..not my gain..
And someday I will find myself smile and feel so bless cause I choose that way..
Away..
(Tuesday, October 13, 2009)
>> Good Friend <<
Im just awake from my sleep. Finnaly I receive that statement. I try to read it carefully and be wise.
But Im just a human. It’s hurt knowing what u want just spread away and move away. Suddenly my tears are fall down,,easily and it’s so unpredictable.
After all the question that Im waiting for, honestly Im so satisfied with this messy situation. Finally I’ve got the answer. Dont worry Im still cool with it and will always be a good friend or even best friend ever. Wave goodbye now. It’s ur choice. U deserved to choose who’s the right one but me.
And now Im here,,still here,,get up and stand up my life,,
Dont worry about me,,
Im never change it,,
GOOD FRIEND
PS: for the one who know this
(September 11, 2009 at 12:24am)
>> Kadang <<
Kadang pikiran kita dijejali dengan pikiran bahwa Cinta kan datang dengan sendirinya namun ketika penantian itu tak kunjung menghampiri, kita acapkali lupa kadang cinta itu ada disamping kita, mengelilingi kita, dekat dengan kita bahkan nyata dihadapan kita.
Namun manusia hanyalah manusia dengan segala pengharapan, tendensi dan angan-angan yang sering melenakan, sering lupa bahwa cinta juga kumpulan rasa yang didalamnya terdapat kekurangan, takkan berbatas dan butuh pengertian.
Cinta itu murni, tak berbatas dan lepas dari doktrin kesempurnaan.
Cintai kekurangan dan pandanglah kekurangan itu sebagai ruang kosong yang kan terisi sepanjang perjalanan cinta yang dengan murni kan membawamu pada satu kesmipulan bahwa mencintai dengan murni dan tanpa tendensi ataupun ekspektasi yang berlebihan akan membawa kebahagiaan yang lebih hakiki.
(Tuesday, March 10, 2009 at 11:40pm)
Ica Dbrain’s Youtube Chanel ^^
19 Aug 2010 2 Comments
I love to sing. Menyanyi bagi saya bukan hanya sekedar mengeluarkan suara tetapi meresapi tiap bait lirik dan mendengarkan tiap dentang nada mampu mengubah suasana hati, mampu membangun mood dan mampu menambah semangat dan gairah hidup saya
Selama ini saya hanya menjadikan dunia tarik suara hanya sekedar hobi, cuma konsumsi pribadi untuk saya pribadi, keluarga dan teman-teman. Medianya hanya di karaokean, pesta keluarga/teman dan di kamar mandi! ^_^
Perkembangan teknologi terutama internet lah yang membuat saya lebih leluasa bereksplorasi dan berkreasi. Voila, akhirnya terciptalah account youtube saya: http://www.youtube.com/user/ica1984able/
Didalamnya banyak saya upload video-video saya tengah menyanyikan lagu-lagu yang saya cover version (nyanyikan ulang) seperti salah satunya lagu “Sunrise”-Norah Jones (cover version). Saya suka nada nya yang jazzy, easy listening dan bikin adem hati. Liriknya pun sederhana tetapi kuat dan outstanding. Seperti yang bisa kamu lihat dibawah ini:
Lagu lain yang saya pilih untuk dinyanyikan ulang adalah I’ll Stand by You, tapi yang ini saya lebih suka versi Shakira (di acara charity Hope for Haiti). Lagunya sangat indah, liriknya sangat humanis.
Well dear temans, please “jalan-jalan” ke youtube chanel saya, dengerin dan kasih komen ya.
XoXo,
Ica Dbrain
25 April 2010
18 Aug 2010 13 Comments
Pasti diantara kita pernah mengalami rasa bosan, baik dalam hal pekerjaan, hidup, asmara atau apapun itu namanya. Bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Bagi yang bekerja bosan dengan rutinitas pergi pagi pulang sore bahkan ada beberapa teman saya yang pekerjaannya memang menuntut sampai harus pulang larut malam.
Ada juga beberapa teman yang malah bosan berada dirumah seharian alias pengangguran. Wew, saya pernah mengalami hal tersebut. Sungguh sangat tidak enak. Jam tidur kayak kalong, malam bangun, siangnya molor sampai siang. Mau pergi juga tidak tahu kemana karna teman-teman semua sudah bekerja. Jalan-jalan sendirian malas malahan takut apalagi bagi yang cewek, bisa-bisa dihipnotis terus diculik dan dijual diperbatasan Batam-Malaysia. Oke cukup, saya sudah ngelantur. Hehe.
Bosan dalam percintaan jauh lebih tidak enak. Jemu dengan rutinitas yang itu-itu saja. Pergi jalan tapi setiap pergi harus nanya dulu, ”mau kemana?” dan pasangan akan menjawab ”terserah”, ”nonton apa?” jawabnya ”terserah”, ”makan dimana?” jawabnya ”terserah”, ternyata ”Terserah” sudah buka cabang dimana-mana, buktinya banyak pasangan yang berakhir dengan ”Terserah”. Terserah lah, saya juga pusing jadinya.
Bosan, B-O-S-A-N memang momok bagi semua, seperti yang saya tulis diatas, pastinya akan menggerogoti kita semua, hanya saja kadarnya yang harus dikurangi, jangan sampai rasa bosan terhadap segala sesuatu tidak berlebihan.
Secara pribadi, kalau saya tengah bosan, saya akan mencari cara lain dari yang lain yang selama ini saya lakukan. Contohnya, dalam masalah rutinitas pekerjaan, karna saya sekarang bekerja di bidang IT dan di kantor saya tengah diluncurkan blog staff dan dosen, jadi ketika saya bosan, saya akan menulis untuk blog saya. Mengutak-atik setting blog dan mengetahui ilmu baru dari rekan kerja juga bisa mematikan rasa bosan. Cara lain dengan mengingat kembali kenapa saya bisa ada disini (baca: kantor), mengingat pengalaman-pengalaman terdahulu serta kembali BERSYUKUR.Ya bersyukur !
More





Recent Comments